Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan merupakan kawasan hutan konservasi yang berkedudukan di Provinsi Sumatera Utara. Tahura Bukit Barisan merupakan Tahura ketiga di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 48 Tahun 1988 tanggal 19 November 1988 dengan luas ± 51.600 Ha. Tahura Bukit Barisan secara geografis terletak pada 001’16"-019’37" Lintang Utara dan 9812’16"-9841’00" Bujur Timur.
Tangkahan Juga Habitat Bagi Amfibi Reptil.
Tangkahan merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Sumatera Utara dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)
Tangkahan
Tangkahan merupakan salah satu habitat penting bagi keragaman jenis Amfibi dan Reptil
Katak Terbang Wallace (Rhacophorus nigropalmatus)
Katak terbang wallace/Rhacophorus nigropalmatus (Boulenger, 1895) adalah katak berwarna hijau dan emas cerah. Katak terbang adalah katak yang memiliki kemampuan untuk meluncur. Artinya, ia dapat turun pada sudut kurang dari 45 ° relatif terhadap horizontal.
Minggu, 07 Januari 2018
Informasi Soal Amfibi dan Reptil Sangat Minim di Sumut
Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan merupakan kawasan hutan konservasi yang berkedudukan di Provinsi Sumatera Utara. Tahura Bukit Barisan merupakan Tahura ketiga di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 48 Tahun 1988 tanggal 19 November 1988 dengan luas ± 51.600 Ha. Tahura Bukit Barisan secara geografis terletak pada 001’16"-019’37" Lintang Utara dan 9812’16"-9841’00" Bujur Timur.
Kamis, 27 April 2017
Tangkahan Juga Habitat Bagi Amfibi Reptil
Tangkahan merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Sumatera Utara dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Lokasi Tangkahan diapit oleh Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Indonesia. Tangkahan selain menjadi destinasi wisata alam ternyata Tangkahan juga menjadi lokasi Konservasi Gaja Sumatera/Elephas maximus sumatranus. Lokasi Tangkahan memiliki kombinasi dari vegetasi hutan hujan tropis dan
topografi yang berbukit, menjadikan Tangkahan sebagai tempat yang ideal
untuk berwisata.
Rabu, 26 April 2017
Katak Terbang Wallace (Rhacophorus nigropalmatus)
Katak terbang wallace/Rhacophorus nigropalmatus (Boulenger, 1895) adalah katak berwarna hijau dan emas cerah. Katak terbang adalah katak yang memiliki kemampuan untuk meluncur.
Artinya, ia dapat turun pada sudut kurang dari 45 ° relatif terhadap
horizontal.
Flying Frog/Rhacophorus nigropalmatus umum dikenal sebagai
Flying Frog Wallace, adalah katak lumut yang ditemukan dari Semenanjung
Melayu ke barat Indonesia. Ini adalah nama untuk biologi, Alfred R.
Wallace , yang mengumpulkan spesimen pertama yang secara resmi
diidentifikasi. katak pohon ini dapat melompat dari dahan ke dahan
dengan menggunakan selaput ekstralebar di sela-sela jari kaki dan
“sayap” dari kulit di bagian sisi. Ketika katak itu melompat, kaki dan
telapaknya meregang keluar dari tubuh sehingga memberi kesan seperti
parasut. Mereka kadang dapat melayang sejauh hampir 50 kaki (15 meter)
dalam satu kali lompatan











